Showing posts with label sehari-hari. Show all posts
Showing posts with label sehari-hari. Show all posts

Thursday, 18 October 2018

Jangan Pacaran Sama Temen! Ciri-Ciri Temen yang Nggak Boleh Dipacarin

Jangan pacaran sama temen sendiri! Pernah nggak denger kata-kata seperti itu? Pasti pernah kan dan pasti ada sekte pertemanan yang menganut paham kalo macarin temen sendiri itu pamali. Terus boleh nggak sih sebenenrnya pacaran sama temen sendiri? Kalo nggak, temen yang kaya gimana sih yang nggak boleh dipacarin? Hmm.. Masing-masing orang pasti punya pendapat yang berbeda-beda soal ini, ada yang setuju pacaran sama temen sendiri yang sudah kenal sebelumnya ada juga yang nggak setuju pacaran sama temen sendiri. Yang akan dibahas ditulisan ini adalah tentang pacaran sama temen, temen main satu geng, temen kerja, temen kuliah, temen sekolah, pokonya yang dari temen biasa sampai jadi temen hidup yang luar biasa.




“Terus menurut yang nulis sendiri setuju atau nggak kalo pacaran sama temen sendiri?”

Hmm.. Kalo pertanyaan ini gue jawab nanti diakhir aja ya. Nah sekarang gue mau kasih tips tentang ciri-ciri temen yang nggak boleh dipacarin. Okey, yang pertama.
 
  1. Jangan pacaran sama temen yang sejenis. Ini nggak boleh gaes, selain dilarang agama ini juga menyimpang dari norma dan kodrat hidup. Serem kan hubungan sejenis berasa kiamat makin deket aja, ya emang nggak mungin makin jauh juga sih. Terus yang kedua. 
  2. Jangan pacaran sama temen yang udah punya pacar. Jenis temen yang udah punya pacar nggak boleh dipacarin ya gaes, kan ksian itu pacaranya orang. Selanjutnya. 
  3. Jangan pacaran sama temen yang udah punya istri/suami. Ini nggak boleh banget ya gaes, yang udah punya pacar aja nggak boleh apa lagi yang udah punya keluarga sendiri bisa panjang urusannya. Cari yang masih single aja ya.

Nah, kira-kira gitu gaes ciri-ciri temen yang nggak boleh dipacarin. Gimana tips dari gue? Cukup solutif kan? hehee..

Okey, Sekarang gue mau flashback dulu, gue mau cerita tentang masa lalu gue sendiri tentang apa yang gue alami, tentang dilema berpacaran dengan teman sendiri. Jadi pada waktu itu, gue nggak tau pasti itu tahun berapa dan tanggal berapa yang pasti waktu itu gue jatuh cinta sama temen gue sendiri (temen apa nih? temen kuliah? temen sekolah? temen kerja) arrgh.. pokoknya temen sendiri lah. Ya namanya cinta kadang nggak terduga kapan jatuhnya dan jatuhnya ke siapa ya kan? 

Walaupun awalnya cewek yang gue taksir itu sama sekali bukan tipe yang gue idam-idamkan tetapi kenyataannya takdir berkehendak lain. Entah apa penyebabnya gue kurang tau pasti yang gue inget waktu itu gue sering ketemu dan makan bareng sama cewek yang gue taksir itu. Dari sering ketemu dan sering ngobrol itu lama-lama muncul perasaan nyaman dari ngobrol itu, karena pada dasarnya setiap orang saling membutuhkan telinga disaat mereka ingin bercerita tentang apa pun.  Dan dari situ gue jadi percaya kalo cinta itu tumbuh gaes, tumbuhnya cinta itu bisa terjadi karena dua individu yang terlibat saling menyesuaikan tapi kalo dua-duanya saling memenangkan egonya sendiri-sendiri mungkin cinta itu nggak akan tumbuh dengan baik. (Tsahh.. ngomong apa sih)

Tapi kisah cinta gue nggak semulus paha banci Thailand yang operasi plastik, di tengah perjalanan ada rintangan yang menghambat dan yang jadi penghambat itu adalah temen sendiri. Disaat gue semakin dekat sama cewek yang gue taksir itu sebut saja namanya Diandra(bukan nama sebenarnya) tanpa diduga, tanpa dinyana ada temen yang ngasih saran ke dia buat nggak pacaran sama gue. Jadi yang namanya cewek itu kalo dideketin cowok pasti ada beberapa dari mereka yang galau terus curhat sama temen cewek yang lain dan temennya yang lain itu sok-sokan ngasih saran atau nasihat bijak seolah-olah mereka benar-benar tau dan mereka sendiri yang alami. 

Dan secara nggak langsung saran yang sok bijak itu merugkan buat gue sekaligus menyakitkan karena temen-temen Diandra yang lain menyarankan dia buat nggak pacaran sama gue dengan alasan karena gue adalah temennya, temen deketnya. So what? Jadi kalo gue temennya terus gue nggak boleh punya pacar temen sendiri? Okey mungkin beberapa dari kalian yang baca juga ada yang berpendapat sama yaitu untuk tidak berpacaran dengan temen sendiri. 

Gue sendiri juga sempat berpikir seperti itu untuk tidak berpacaran dengan temen sendiri, alesannya karena kalo misal pacaran sama temen sendiri terus tiba-tiba ada masalah selama pacaran dan kemudian putus selain kalian kehilangan pacar kalian juga bakal kehilangan temen dan suasananya biasanya nggak akan sama lagi, jadi awkward. Tapi mana ada sih orang yang pacaran dan berharap putus, jadi kalo buat gue kenapa harus takut akan hal-hal yang belum terjadi dan sebenarnya juga kita tidak menginginkan hal itu terjadi kan. Dan kalo pun memang harus terjadi kan bisa coba buat ngomong baik-baik dan diselesaikan dengan cara yang baik kalo memang ada masalah.

Sama halnya seperti kata Raditya Dika di twitternya yang udah cukup lama sih itu di tahun 2014. Kalo kalian merupakan salah satu follower alaynya pasti kalian juga pernah liat twitnya.



Nah, bisa dilihat kan yang retweet sampai 11ribu lebih yang like sampai 1500an.

Dan akhirnya gue nggak jadi pacaran sama Diandra, padahal komunikasi antara kami berdua baik-baik saja dan tidak ada masalah yang cukup berarti. Jadi sebenernya nggak ada hubungannya kalo kalian pacaran sama temen atau sama temennya temen atau sama orang lain. Karena yang terpenting itu bukan masalah itu temen sendiri atau bukan tetapi bisa atau tidaknya menjalin komunikasi yang baik saaat memulai suatu hubungan, kenyataannya yang terjadi gue sama Diandra masih tetap jadi temen baik sampai saat ini  nggak ada saling benci, memusuhi, dendam atau pun awkward meskipun kami dulunya sempat dekat dan tentunya mengalami bermacam-macam masalah selama kedekatan kami terjalin.

“Lohh terus kok bisa tau kalo Diandra dikasi saran dari temennya?”

Kalo itu Diandra sendiri yang ngasih tau ke gue waktu itu.

*percakapan via telepon

Gue : Ndra, inget nggak waktu dulu kita deket, kenapa kita nggak pacaran aja?

Diandra : Hahaa.. Ohh yang waktu itu, dulu ada yang kasih aku saran buat nggak pacaran sama kamu Wan. Hehee..

Gue : Lohh.. Siapa? Kok bisa gitu? Jahat banget.

Diandra : Hahaa.. Jadi dulu tuh ceritanya gini.. (Stop. nggak perlu dilanjutin percakapannya sampai detail ya nanti jadi panjang, intinya gitu aja.)

Dan sebelum gue nulis ini gue juga sempet survey, nanya ke beberapa temen-temen gue yang lain tentang apakah mereka setuju punya pacar/pasangan dari temen sendiri? Jawaban dari mereka kebanyakan No, Absolutely No. Pertanyaan gue kenapa gitu? Padahal kan temen atau sahabat itu adalah orang yang paling dekat dengan kita dan seharusnya bisa lebih tau, lebih kenal karakter kita dan harusnya bisa jadi partner kita juga. Jadi kalo menurut gue jangan sampai omongan dari temen atau dari orang lain mempengaruhi perasaan. Dan jangan sampai juga karena gengsi atau malu itu temen sendiri terus takut bakal jadi omongan temen-temen yang lain kemudian perasaan yang jadi korbannya. 

Sama halnya kaya di cerita the miller his son and the donkey, tau kan ceritanya? kalo nggak tau googling deh. Karena apa pun itu, apa pun yang terjadi pasti akan menuai komentar dari orang lain. Jadi kalo kalian mungkin saat ini lagi deket sama temen sendiri atau mungkin lagi galau soal itu, coba dipikir dulu baik-baik deh karena nggak selamanya pacaran sama temen sendiri itu salah atau jadi masalah tapi memilih untuk tidak berpacaran dengan temen sendiri juga nggak salah karena mungkin ada suatu hal yang memang nggak bisa dipaksa bersama.

Okey kira-kira segitu aja sharing dari gue dan jawaban buat pertanyaan yang di atas tadi. Dan dibawah ini beberapa contoh pasangan yang sukses berpacaran dengan temen sendiri sampai mereka menikah.

    Ayudia Bing Slamet dan Ditto

    Jon Bon Jovi dan Dorothea Hurley 

    Habibie dan Ainun

Sunday, 30 September 2018

Belum Move On? 5 Hal Ini Yang Membuat Sulit Move On

Belum move on? Beberapa orang sedikit kesulitan untuk move on, move on yang berati untuk melupakan masa lalunya. Kenapa kebanyakan orang nggak bisa move on? Apa yang membuat orang nggak bisa move on? Tolak ukur apa yang bisa dijadikan acuan seseorang itu sudah move on atau belum? Mungkin masing-masing orang bakal punya jawaban yang berbeda.



Masa lalu, hal yang identik dengan kenangan di kehidupan sebelumnya dan beberapa orang ingin melupakannya. Kenapa? Mungkin karena kenangan itu adalah kenangan yang kurang menyenangkan. Padahal seharusnya setiap momen yang pernah kita habiskan kalau itu bersama seseorang yang pernah dekat dengan kita bisa menjadi momen yang membahagiakan selama tidak ada hal-hal yang menimbulkan trauma tentunya.

"Karena yang seharusnya dikenang adalah hal-hal yang dulunya pernah menimbulkan perasaan senang, bukan hal-hal yang membuat sudut kelopak mata berkumpul air mata yang menggenang"

Nah masa lalu yang bisa dikenang itu bermacam-macam, misalnya masa lalu tentang keluarga waktu masih kecil, masa lalu sama temen main waktu masih kecil atau masa lalu bersama kekasih hati yang dulu "pernah dekat". Ini nih yang terakhir yang biasanya bikin orang nggak mau inget masa lalunya atau enggan buat mengenang tentang itu.

Apa yang menyebabkan orang enggan untuk mengenang masa lalunya? Dan cenderung ingin melupakan masa lalu tersebut. Sebagian besar jawabannya adalah karena kisah itu sudah berakhir dan tidak ingin diungkit lagi, bener sih. Tapi kadang ada hal yang susah buat kita lupakan meskipun kita tidak berusaha untuk mengingat atau mengenangnya, misalnya yang di bawah ini



1.Sulit Melupakan Kebiasaan

Memang susah menghapus atau melupakan perasaan tapi lebih susah lagi melupakan kebiasaan. Karena hal-hal yang sering dilakukan bersama yang akhirnya menjadi rutinitas biasanya akan menjadi kebiasaan yang sulit dirubah. Dulu waktu gue masih deket-deketnya sama cewek yang gue taksir, kami sering melakukan komunikasi lewat telpon karena gue lebih suka ngomong dari pada ngetik via chat. Sampai akhirnya suatu hari waktu gue masih kerja(belum jadi pengangguran) setelah pulang dari kantor gue mampir ke konter HP dan membeli pulsa tanpa gue sadar. Sesampainya di kost gue baru sadar buat apa gue beli pulsa kalau orang yang biasanya gue telpon sekarang udah bukan siapa-siapa gue, nggak lebih dari temen biasa yang sebelumnya pernah dekat. Akhirnya pulsa yang terlanjur gue beli gue jual lagi. -_-

 
2. Kehilangan Bayangan Tentang Masa Depan

Sebagian orang berpikir terlalu jauh ketika mereka menjalin sebuah hubungan, termasuk gue. Selama menjalin hubungan dekat dengan seseorang terkadang gue memikirkan tentang rencana atau lebih tepatnya berkhayal tentang masa depan dan membicarakan tentang masa depan bersama pasangan dan itu biasanya akan menjadi hal yang paling membekas nantinya. Gue punya hobi desain grafis, gue suka gambar walaupun gue sebenernya nggak pernah bisa gambar secara manual. Suatu hari gue bikin desain tentang interior rumah. Awalnya gue cuma membayangkan tentang desainnya kemudian gue bikin desain dinding rumah yang dihias mural dan typografi bertuliskan nama dari orang yang spesial, kemudian gue save di suatu folder yang gue kunci. Sampai suatu hari ketika datang waktu perpisahan dan hubungan yang gue jalin berubah jadi udahan, gue nggak sengaja nemuin lagi folder yang pernah gue kunci itu. Pas gue buka lagi hati gue berasa kram, akhirnya gue hapus folder berisi tentang desain untuk masa depan itu. Gue tekan deletenya sambil tutup mata karena nggak tega waktu mau hapus. Pas gue buka mata gue nangis sambil teriak karena gue baru sadar tangan kiri gue bekas pegang cabe dan kena sambel pas gue pake buat nutupin mata.
 

3. Teringat Tempat Yang Berkesan

Setiap orang pasti memiliki tempat yang berkesan, tempat yang menyimpan kenangan yang bisa mengingatkan akan sesuatu atau seseorang. Biasanya seseorang akan mengajak ke suatu tempat yang indah, tempat yang menarik, tempat yang menyenangkan bersama orang yang spesial untuk menghabiskan waktu bersama. Dan momen menghabiskan waktu bersama orang lain adalah hal yang tidak bisa digantikan, karena satu hal yang semua orang punya tetapi tidak semua orang bisa memberikan adalah waktu dan ketika waktu itu sudah diberikan maka tidak bisa dikembalikan lagi atau diganti. Ketika kita datangi kembali tempat yang sama di waktu yang berbeda dengan keadaan yang berbeda juga rasanya akan menjadi berbeda, meskipun kenangan yang teringat tetap tentang orang yang sama.
 

4. Hidup Menjadi Tidak Beraturan

Ada orang bilang kalau cewek patah hati dia bakal nangis, sedih murung berhari-hari tapi kalo cowok patah hati biasanya dia bakal jadi nakal, liar dan hidupnya nggak teratur. Entah benar atau nggak ungkapan itu, coba tanya orang lain yang patah hati. Tapi itu yang gue alami, beberapa hari gue bangun tidur kesiangan terus dan susah bangun pagi. Sebelumnya hidup gue teratur, gue selalu bangun pagi dan ngajak Diandra(masa lalu gue) sarapan, gue juga selalu ngerjain hal-hal yang seharusnya gue kerjain dengan tepat waktu karena ada orang yang selalu jadi alasan buat gue berusaha menjadi lebih baik dan nggak bermalas-malasan. Dan sekarang gue harus menemukan alasan itu dalam diri gue sendiri, demi diri gue sendiri.
 

5. Cenderung Membandingkan Dengan Orang Lain

Setiap orang punya cara berkomunikasi yang berbeda-beda. Ada yang mungkin terbiasa dengan obrolan yang singkat, ada yang suka obrolan serius, ada juga mungkin yang ngobrol seperlunya aja tanpa basa-basi. Kadang gue suka membandingkan cara berkomunikasi orang lain yang gue kenal dengan masa lalu gue. Dan memang berbeda, memang akan lebih nyaman ketika kita bercerita atau ngobrol dengan orang yang sudah terbiasa dengan cara kita berbicara atau berkomunikasi. Karena penyampaian atau delivery setiap orang ketika berbicara akan terdengar berbeda. Untuk bisa move on kita nggak bisa menuntut orang lain atau orang baru bersikap sama seperti masa lalu kita dan itu akan menyakitkan, karena setiap orang tidak suka dibanding-bandingkan.

Ada kalimat perpisahan sebelum gue mengakhiri masa lalu gue dulu, kalimatnya gini. “Akan selalu ada yang lebih baik(cantik/tampan) dari aku, tapi tak akan ada yang sama. Karena tak ada yang bisa mencintaimu dengan cara ku.” Jadi jangan sampai karena kita masih membandingkan dan mengharapkan orang yang sama seperti orang yang ada di masa lalu kemudian kita tidak bisa move on. Karena move on itu bukan tentang melupakan tetapi mengikhlaskan yang dulu pernah ada dan membiasakan dengan keadaan baru yang sekarang dijalani. Kira-kira itu sih yang gue rasain, mungkin berbeda dengan orang lain. Itu dulu dari gue, terimakasih kalau udah baca..bye..

Saturday, 8 September 2018

Tentang Chatting yang Tidak Dibaca

Jika kalian mengirim pesan atau chat tetapi tidak dijawab atau bahkan tidak dibaca berarti itulah jawabannya. Jadi gue mau bahas tentang chat yang nggak dibalas atau lebih ke chat yang sama sekali nggak dibaca. Kita semua tahu kalau fasilitas pengiriman pesan jaman sekarang ada banyak macamnya. Coba bandingkan jaman dulu orang mau ngash kabar harus pakai telegram pakai sandi morse yang karakternya terbatas (bukan telegram yang sekarang jadi aplikasi ya) atau kirim surat lewat pos kalau nggak antri buat telpon di wartel (warung telepon) yang sekarang keberadaannya sudah tidak ada. Itu semua dilakukan hanya karena ingin memberikan kabar kepada seseorang, keluarga atau kerabat dekat yang terpisah jarak.


Jaman sekarang lebih gampang asal ada kuota internet sambil tiduran pegang smartphone bisa langsung ngirim pesan/chat via aplikasi ada BBM, Whatsapp, Telegram, LINE atau aplikasi sosial media yang juga bisa buat ngirim chat dan karakter yang dikirim pun tidak dibatasi bisa ngirim banyak bahkan kirim emot atau stiker pun bisa tidak seperti SMS yang kalau mau ngirim gambar yang lucu harus berusaha menyusun karakter/tanda baca sedemikian rupa sampai bisa jadi bentuk gambar.

Anak jaman sekarang mungkin nggak tau gimana susahnya nyusun karakter seperti ini, walau pun ini alay tapi ini pernah populer di jamannya.



Tapi semakin mudahnya kita mengirim pesan dengan fasilitas yang semakin canggih tidak kemudian membuat komunikasi berjalan baik seiring berkembangnya jaman. Permasalahannya adalah bagaimana seseorang itu dapat memanfaatkan fasilitas yang seharusnya bisa digunakan untuk membuat komunikasi menjadi semakin baik? Karena ada beberapa perilaku orang yang menurut gue kurang tepat dalam berkomunikasi atau dalam menanggapi chatting/pesan.

Kaya misalnya gini, kebetulan gue punya temen yang belum lama ini dia cerita kalau dia diminta jadi PIC suatu acara tapi selama dia jadi PIC dia merasa ada masalah sama salah satu temen yang jadi subordinate di timnya. Kemudian salah satu temennya itu susah dihubungi setiap di chat nggak pernah dibaca padahal orangnya ada, masih hidup dan dalam keadaan sehat artinya sama sekali nggak ada alasan buat dia nggak baca chat atau balas chat tetapi status chat di BBMnya tetap D selama berhari-hari. Buat gue oarng yang selalu menyimpan chat dalam keadaan nggak dibaca dala waktu yang lama itu aneh gaes. Buat apa coba nggak dibaca? Tapi tetap disimpan dan nggak dihapus atau di clear chat. Pernah juga gue lihat ada temen cewek gue waktu itu dia buka aplikasi Instagramnya di pojok kanan atas ada notifikasi DM dan masih belum dibuka dia cuma scroll dari notification bar dan baca sekilas isi DMnya kemudian dia tutup lagi. Dan gue sempet nanya, meskipun nggak ada jawabannya juga.

“Ehh itu ada notif DM kok nggak dibaca?” Tanya gue terlepas dari ketidak tahuan gue entah itu DM dari mantannya, temennya, gebetannya atau pacarnya.

“Hmm biarin aja deh.”

“Lohh kenapa nggak dibaca?”

“Ya nggak apa-apa.”

Mungkin gue terlalu ingin tahu alasannya bukan ingin tahu dari siapa, tapi tetep nggak ada jawabannya. Dan satu lagi gue pernah PDKT sama seorang cewek, gue chat dia lewat BBM dengan status chatnya yang juga sama D bener-bener nggak dibaca atau kalau gue boleh bilang nggak dibuka, karena nggak mungkin sama sekali nggak dibaca paling nggak dia sempet baca sebagian isi chatnya di saat keluar notifikasi chat masuk di notification bar. Beberapa minggu kemudian gue chat lagi dan chat yang terakhir baru dibaca, karena gue juga masih nyimpen history chat yang minggu sebelumnya jadi gue juga bisa lihat status chatnya berubah jadi R itu artinya dia juga masih nyimpen history chatnya. Terus kenapa selama ini nggak dibaca? Sedangkan kalaupun misalnya dia nggak bales juga gue nggak bakal dendam, marah, ngamuk atau guling-guling di jalan. Seolah-olah mereka yang selalu mengabaikan chat ini beranggapan gini.

“Kalau gue baca terus nggak gue bales nanti dikira sombong.”

“Yaudah kalau gitu nggak gue baca aja deh.”

“Gue kan nggak baca chatnya jadi nggak perlu gue jawab.”

Atau mungkin ada yang beranggapan lain, tapi kalau menurut gue sih itu anggapan yang salah. Jadi itu malah seakan-akan dia berusaha membodohi dirinya sendiri dengan harapan si pengirim akan beranggapan gini.

“Chat gue belum dibalas kenapa ya?”

“Ohh belum dibaca, mungkin dia belum buka notif di smartphonenya.”

Kalau ada yang beranggapan seperti ini, orang seperti itu terlalu bodoh hidup di jaman milenial. Karena nggak akan mungkin orang akan melewatkan notifikasi kecuali dia dalam keadaan yang urgent banget misal lagi bawa motor, lagi sakit atau ada hal yang membuat dia nggak bisa pegang smartphone. Tapi kalau menurut gue hal itu nggak akan terjadi dalam waktu yang lama soalnya orang jaman sekarang nggak bakal bisa hidup kalau nggak pegang smartphone, kadang orang yang lagi bawa motor/mobil aja masih nekat sambil pegang smartphone/balas chat. Orang itu pasti akan selalu menyempatkan membuka smartphonenya bahkan dalam keadaan yang seharusnya dia nggak boleh menggunakan smartphone. Banyak kasusnya misalnya seperti yang tadi sudah dibahas sedang di jalan bawa motor sambil membalas chat, di dalam pesawat atau sedang mengisi bahan bakar di SPBU. Dalam keadaan atau di tempat yang itu membahayakan diri mereka bahkan juga orang lain, mereka masih tetap tidak mau berpisah dengan smartphonenya. Sekarang balik lagi ke kasus chat yang nggak dibaca tadi, apa kira-kira masih mungkin orang akan mengabaikan notofikasi di smartphonenya? Gue rasa sih nggak mungkin. Dan dari sisi pengirim juga nggak mungkin terlalu bodoh untuk dibodohi kalau chatnya belum dibaca. Paling tidak si penerima baca sekilas isi chatnya atau tahu ada chat masuk lewat notification bar atau lewat pop-up kalau aplikasi chatnya di setting pop-up.


Lalu kenapa masih tidak dibaca? Apa sebenarnya yang menjadi masalah? Salah satu jawabannya itu karena orang yang tidak mau membuka chat atau pesan di smartphonenya itu biasanya adalah orang-orang yang takut menghadapi masalah. Mereka nggak berani bilang kalau mereka nggak mau balas chatnya, mereka nggak berani bilang kalau mereka nggak suka diajak ngobrol/chatting atau mereka takut dianggap jutek, sombong karena sudah terlanjur dibaca tapi tidak membalas chat atau mungkin ada ketakutan yang lain. Dan pada akhirnya mereka menjawab chat tersebut dengan cara tidak membalasnya dan itulah jawabannya, di jaman modern dengan banyaknya fasilitas aplikasi chatting pada akhirnya mereka hanya membalas dengan isyarat. Biasanya perilaku seperti ini didominasi oleh perempuan. Betapa tidak bergunanya aplikasi chatting yang sudah dikembangkan para developer aplikasi. Ini lah salah satu bentuk kegagalan berkomunikasi dimana orang tidak bisa benar-benar frankly atau berterus terang pada lawan bicaranya, mungkin juga ini adalah cara mereka untuk menjaga perasaan lawan bicaranya tapi kalau menurut gue ini cara yang kurang tepat.
or it’s also an answer

 
Tapi di cerita lain gue juga punya temen yang fast respon kaya CS Online Shop kalau di chat, jadi kalau di Whatsappnya online dia pasti langsung balas chat yang gue kirim dan status onlinenya berubah jadi typing. Meskipun dia juga pernah nggak bales chat dari gue jadi dia cuma baca aja waktu status Whatsappnya masih online kemudian nggak berubah menjadi typing karena langsung dia tutup. Tapi gue nggak apa-apa yang penting pesan gue sudah dibaca, dia sudah tau apa yang ingin gue sampaikan. Dan dia nggak takut gue bilang sombong karena nggak bales chat gue dan gue sendiri juga nggak bakal bilang dia sombong justru gue sudah merasa cukup dihargai dengan dia baca chat gue karena chat gue juga nggak berisi pertanyaan yang harus dijawab. Walaupun gue tahu chat gue dibaca hanya saat status Whatsappnya online karena dia menon-aktifkan fitur Last seen dan Read receiptsnya, tapi itu nggak masalah karena setiap orang punya hak buat setting smartphonenya sesuai yang mereka inginkan. Gue sendiri menon-aktifkan fitur PING! di aplikasi BBM karena menurut gue fitur itu kurang fungsional.


Kurang lebih itu menurut gue, jadi setidaknya baca lah pesan masuk yang ada di smartphone karena tujuan dari si pengirim adalah menyampaikan pesan tidak selalu meminta balasan (walaupun kebanyakan menginginkan balasan juga) dan tidak ada yang perlu ditakuti dengan membacanya, menurut gue sih. Tapi mungkin ada juga yang punya pendapat lain, segini dulu share dari gue kalau ada yang salah atau kurang berkenan dibaca gue minta maaf, gue cowok dan cowok selalu salah karena yang selalu benar adalah cewek. Thanks by the way.

Friday, 7 September 2018

Real Lyfe, Selama Vakum Ngisi Blog

Hai gaes,
Rasanya gue bedosa banget buka blog ini dan nulis lagi. Jadi udah lama ini gue nggak pernah update blog ini dikarenakan gue (sok) sibuk dengan hal lain. Ceritanya gue ini lagi ngrasa hilang arah, setelah beberapa kali hati ini patah, lalu berusaha bangkit meski terengah-engah, ya pokoknya gitu lah. Intinya kalo dulu kan gue sering posting tulisan-tulisan yang random nggak jelas dan mulai postingan ini dipublish gue bakal lebih fokus buat makin random lagi postingnya. Ehe!



Dari dulu sebenernya kan gue pengen banget bisa nulis, tapi ternyata nulis itu tidak semudah membalikan telor dadar yang digoreng. Ada teknik untuk menulis yang baik dan enak dibaca, semua orang mungkin bisa nulis tapi nggak semua tulisan menarik untuk dibaca, iya nggak sih? Dan yang paling penting adalah konsisten untuk menulis itu yang kadang juga susah, kadang rasanya males kadang males banget, kan susah.

Gue pengen belajar tentang teknik menulis misalnya kaya copy writing, trus cara nulis headline yang menarik atau cara menyusun kata yang menarik, gitu. Kemudian dari situ gue mencoba googling, apa sih jaman sekarang yang nggak digoogling. Tapi hasil yang gue dapatkan kurang sesuai harapan. Well akhirnya gue cuma belajar cara nulis yang baik itu cuma dari artikel hasil browsing-browsing itu aja. Phew..

Tapi Tuhan itu memang maha mendengar doa umatnya, akhirnya gue dapet kesempatan buat belajar digital marketing di salah satu perusahaan marketplace digital Indonesia yang kantor pusatnya di Solo. Waktu itu gue belajar sebagai affiliate marketer di kantor cabang yang ada di Jogja selama satu bulan. Gue seneng banget dong walaupun cuma sebentar dan karena kekurangan gue, materi yang disampaikan pun cuma sedikit yang bisa nyantol diotak gue yang udah rada karatan. Tapi nggak apa-apa, paling nggak gue sedikit mengerti tentang dasar-dasar digital marketing.

Dan sekarang tugas gue adalah mengembangkan apa yang udah pernah gue pelajari. Nah nggak lama setelah gue belajar digital marekting itu terus ada beberapa temen gue yang ngajakin buat belajar lebih serius. Jadi di Jogja itu merupakan kota dengan banyak kumpulan komunitas yang beragam dan gue pengen banget jadi bagian dari mereka, tapi kekurangan gue sebagai orang anti sosial selalu menghambat gue dengan perasaan ragu, takut, malu dan macem-macem deh.

Padahal mungkin mereka ngajak gue tanpa memperdulikan hal itu dan ketakutan gue itu terlalu berlebihan. Pertanyaannya, kenapa sampai gue takut? Iya, gue cuma kadang takut terjadi interaksi yang nggak sesuai harapan gue aja sih. Jadi, gue sebenernya udah beberapa kali belajar tentang digital marketing ini jauh-jauh hari tapi nggak terlalu serius dan gue pernah nanya ke beberapa temen juga. Tapi nggak pernah dapet jawaban yang gue harapkan, beberapa temen ada yang bilang kalo nggak semua mau ngajarin, ada yang mau ngajarin tapi berbayar(sebenernya gue sih nggak masalah kalo harus bayar yang penting beneran ngajarin) dan yang bener-bener mau ngajarin biasanya cuma orang baik. 

Dan salah satu temen gue nambahin lagi katanya dia bilang "kalo kamu punya skill dan dengan skill yang kamu punya kamu bisa dapet apa aja yang kamu mau, trus apa kamu mau berbagi sama orang lain? Yang kemungkinan orang yang kamu ajak berbagi itu bisa jadi pesaing buat kamu?" dan komentar temen gue yang lain bilang katanya "Rezeki itu udah diatur, setiap orang punya jalan rezeki yang beda-beda walaupun pake cara yang sama lho ya." ini komentar temen gue yang positif.
Nah, itulah sekedar kegelisahan gue selama vakum ngisi blog ini. Next posting semoga gue bisa konsisten nulis lagi. Adiuuu..

Saturday, 28 May 2011

sabtu akhir Mei (psychotest)

Sabtu pagi jam 01.14 tiba-tiba kebangun trus matiin radio di hape yang masih nyala, lupa belum dimatiin. Trus mendadak kebangun lagi, liat jam di hape masih jam 03.25, tidur lagi deh. Dan akhirnya baru bener-bener bangun jam 05.07.

"Hari ini emang rada ribet tidurnya soalnya nanti jam 08.00 bakal ada psikotes, hahh.. tapi ya udah lah yang penting berangkat trus dikerjain psikotesnya, gitu aja ribet amat."

Kemudian berdiri dan menatap cermin, lalu.

"Huwaaaaa...!!! busyeett itu orang apa bukan?!" kaget liat muka sendiri.
"yiahh.. gini nih penyakit bangun tidur, rambut udah serasa rambut singa kribo yang dikriting trus dikasih tepung sampe kliatan gimbal abis itu kesamber petir deh. Jzduuarrr!!!" bisa bayangin gimana bentuknya? (sebaiknya ga usah deh). Dan untuk mengembalikannya ke bentuk defaultnya bener-bener butuh waktu, kira-kira 15menitan deh buat benerin rambut baru bisa kembali ke bentuk rambut semula."
okehhh.. kita mulai dengan sarapan gudeg dan telor rebus.


Dari hari kamis dulu. Kenapa? Karena ada Pertandingan Badminton Season 2 lanjutan dari badminton yang hari Jumat minggu lalu. Dan ini dia gambar-gambarnya.

(liat tuh di tembok ada angka 2-nya kan itu artinya Pertandingan Badminton Season 2, hehee.. sengaja sih padahal itu nomor lapangan yang dipake)






















Okeh. Jadi di hari kamis tuh ada responsi ELKA di lab. FMIPA Uxx(tidak dibayar untuk iklan universitas Uxx). Selese responsi trus ke acara wawancara di daerah Seturan. Kirain wawancaranya lama, eh.. ternyata cuma bentar. Dan jam 13.07 balik lagi ke kampus buat kuliah TCP/IP, tapi sampe di kelas kuliah ternyata ga ada orang satu pun kecuali saya sendiri.

"hehh.. apaan nih? b'canda? masa ga ada mahasiswa sama sekali sih? pulang aja deh.."

Dan akhirnya saya putuskan untuk pulang lagi ke kosan setelah melalui beberapa lapis tingkat keamanan. Oiya knapa saya menulis "beberapa lapis tingkat keamanan" yahhh.. soalnya belakangan ada kejadian yang tidak menyenangkan di kampus, tau sendiri lah kira-kira kejadian apa.(sebaiknya memang tidak usah saya ceritakan. karna terlalu menyedihkan ceritanya). Ga tanggung-tanggung loh pengecekan keamanannya dari cek STNK trus abis itu cek lagi kartu identitas kendaraan atau yang sering di sebut KIK. sebenarnya penerapan kartu ini sangat kontroversial dikalangan mahasiswa dan masyarakan sekitar kampus.(tapi ya sudah lah, ga enak kalo diceritain takutnya malah mengundang masalah baru). Oiya sampe-sampe banyak yang mlesetin singkatan dari KIK ada yang bilang Kampus Itu Komersil lah, Kartu Identitas Kapitalis lah, Kartu Identitas Kemalingan lah, sampe Kartu Ijin Korup segala ada. Gimana ga kontroversial coba udah pake kartu kaya gituan juga masih ada motor yang ilang, ga tanggung-tanggung 3 motor dalam sehari. Menyedihkan.(Oupss,, maap keceplosan ngomong, okeh ganti topik. seharusnya hal seperti ini memang tidak usah dibahas)


Sekarang kita mulai.

Ini dia "Pertandingan Badminton Season 2"

yang ini pertandingan ganda putra.














Kalo yang ini ganda putri.





























Sebelum pertandingannya dimulai, ada ritual pembuatan flow chart pertandingan untuk menentukan lawan mainnya (wuidiihh.. flow chart.. berasa kuliah mikrokomputer nih. mentang-mentang hehee..)










okeh, setelah ditentukan lawan mainnya dimulailah pertandingan badmintonnya.












foto yang di atas ini VS yang di bawahnya.















nah karna ga ada nama timnya, maka saya beri nama "Tim Beralas Kaki" VS "Tim Bertelanjang Kaki" kenapa seperti itu? Liat deh penampakan kakinya.

Tim Beralas Kaki














Tim Bertelanjang Kaki. Tau kah siapa yang jadi pemenang dari pertandingan ini? Mengejutkan..!! Pemenangnya adalah Tim Bertelanjang Kaki. Apakah hal ini dipengaruhi masalah "kaki"? Wallahu a’lam










Sekarang balik lagi ke hari sabtu. Hari Jumatnya di skip aja deh soalnya kegiatan di hari Jumat cuma kuliah presentasi Mikrokomputer, kulia ELKA sama liat pengumuman hasil wawancara(hasilnya di bawah)

Nah hari sabtu ini tepat jam 08.00 ada acara semacam out bond dan psikotes. Biar hidup ga datar, jadi itung-itung biar ada kegiatan di Jogja. Awalnya cuma ikut tes wawancara, eh.. ternyata di trima nih buktinya.
Tuh kan ada nama saya disitu.
Rahmat Dwi Suryawan
No. Form 284

Alhamdulillah..
(pengumuman hasil wawancara)













Trus berangkat deh ke tempat psikotesnya.

Sampailah di tempat parkir, walaupun sempet binggung nyari tempatnya. Nah pintu-pintu yang di depannya itu nanti yang bakal jadi ruang psikotesnya.












Sesi pembukaan di halaman gedung.















Nah, setelah sesi pembukaan dan registrasi kelompok trus lanjut ke sesi perkenalan antar anggota kelompok. Ada games untuk perkenalan yang cukup unik jadi masing-masing orang harus memperkenalkan dirinya dengan nama, marga, pangkat, jenis kelamin dan hobi dan itu diucapkan dalam kode. Jadi contohnya gini..

"nama maris(marga), tanpa garis(pangkat, kalo salah/kebalik ngucapinya di coret mukanya dan itu arinya dapet 1 pangkat), punya keris(jenis kelamin kalo cewek berarti 'tanpa keris'), sukanya mringis(hobi)"

Dan setelah masing-masing memperkenalkan diri dengan nama aslinya trus dilanjutin pake kode nama yang diatas tadi. Dan dari sekitar 30an orang yang ada yang benar-benar saya ingat namanya hanya 3 orang saja.
wheheee.. ingatan yang buruk..

Lanjut..

Games out bond estafet kelereng pake pipa yang di potong-potong trus disambungin sampe kelerengnya meluncur ke bola plastik warna merah muda yang sudah di belah itu.










selanjutnya..


Suasana dalam ruang psikotes.














Selese psikotes trus pulang deh. Tidur.
(lelah)














Nah, kira-kira itulah cerita sabtu minggu ini..

bye~

Saturday, 21 May 2011

sabtu lagi (sakit menyerang kaki)

(dalam keadaan tidur/mimpi)
triinggg..triingg..triingg.. tiba-tiba denger suara Hape bunyi dan ternyata..

"wah.. ada telpon dari
cewek cakep"(tumben)

langsung girang deh segirang girangnya, pokoknya girangnya tak terhingga
(berlebihan). Dengan perasaan senang saya lihat layar Hape dengan penuh senyum, lalu saya angkat
dan...


"Hallo.."
(menyapa dan menunggu jawaban dari penelpon)
|
|
|
|
(masih nunggu dan masih tersenyum)
|
|
|
|
"Hallo.."(menyapa lagi)
|
|
|
|
(mulai terasa aneh dan senyumpun sudah menyusut dari lebar awal 5cm dengan penyusutan sepanjang 2cm sehingga lebar senyum akhir hanya tinggal 3cm)
|
|
|
|
Lalu..

"Aaaaaa....!!!! kenapa nama kontak penelponnya berubah jadi.. BANGUN UDAH SIANG NIH!!! perasaan tadi nama cewek"

"Haahhhh.."(menghembuskan nafas panjang sambil menunduk dan berbisik)
"ternyata hanya suara alarm, hmmm.. mimpi indah di telpon cewek tapi kenyataanya.. yah sudah lah.."


Lalu saya bangun dan berdiri. Kemudian.

"kkertk..krettkk..kerrtkk.."(begitu bunyinya)

"Auww..aoww..aoww.. knapa ini kaki? dari paha sampe ujung jari rasanya sakit sekali. Ahh.. pasti gara-gara main badminton kmaren nih. Orang ga pernah olah raga, skalinya gerak langsung ancur deh rasanya ini badan"

Sambutan pagi yang sangat tak menyenangkan dari ketipu mimpi ditelpon cewek ternyata suara alarm trus disambung sakitnya kaki gara-gara main badminton. Jadi ceritanya tuh gini...(tuing..tuing..tuing.. membayangkan peristiwa di tempat kejadian)
nah.. gitu ceritanya, tau kan? tau ga? ga tau yah?..
ya iya lah orang belum diceritain.. whehee..
Jadi pas hari Jumat kmaren ada acara main badminton bareng temen-temen kampus. Jam 2 siang abis kuliah Elka 3 langsung menuju GOR buat main badminton dengan keadaan, belum ganti baju, masih pake celana jeans, ga bawa raket, ga bisa badminton(olah raga aja ga pernah) hahh.. asal aja deh pokoknya yang penting berangkat.





Dan ini adalah gambar-gambar di dalam GOR, sebenernya ga niat ngambil gambar sih nah yang ngambil gambar ini namanya Mas Danang. Dengan keterbatasan kualitas kamera dan cahaya-cahaya yang tidak mendukung gambarnya jadi kurang enak dipandang. Di dalam GOR ikutan main sih walaupun sebenernya ga bisa.









































Nah yang ini nih yang namanya Mas Danang, wasit yang sebaiknya tidak menjadi wasit.


Dan di hari Sabtu ini saya sebenarnya ada acara pelatihan semacam seminar di Universitas tetangga di Uxx(ga usah disebutin deh, ga dibayar buat iklan soalnya). Acaranya mulai dari jam 8 pagi. Selesei mandi jam 07.45 langsung berangkat ke lokasi(oupss, maap karna terlalu antusias mengikuti acara jadi lupa ambil gambar-gambarnya). Acara pelatihan selesei jam 12tett, trus pulang bawa oleh-oleh berupa film j-dorama. Lumayan, karna sepanjang acara disediakan fasilitas komputer dengan akses internet yang cukup yahudd dan karna saya tidak ingin melewatkan kesempatan donlot dengan kecepatan yang ga biasa jadi bisa sambil menyelam nyemplung ke air. whehehee..

Dan di Sabtu siang itu dihabiskan dengan film J-Dorama sampe sore. Abis sholat 'Ashar masih lanjut filmnya, trus abis Maghrib juga masih lanjut soalnya dapet 8 episode dan langsung selesei di Sabtu malam Minggu itu juga.

Dan begitulah hari Sabtu ini dari ikut pelatihan sampe nonton film.
udah cuma itu.

bye..